UwaisNews.Com – Pontianak, Kalbar – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Pontianak kembali menunjukkan kesigapannya dalam menekan tindak kejahatan jalanan. Sepanjang tahun 2025, delapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil diungkap, dengan delapan orang pelaku diamankan. Mirisnya, sebagian dari mereka ternyata residivis dan juga tercatat sebagai pengguna narkotika jenis sabu.
Wakasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Agus Haryono, S.H., M.H., didampingi Kasi Humas, AKP Wagitri, menjelaskan bahwa pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Sebagian besar pelaku adalah residivis yang sudah pernah dipenjara atas kasus serupa, namun kembali mengulangi perbuatannya. Ada juga yang mengaku mencuri untuk memenuhi kebutuhan akibat kecanduan sabu,” ungkap AKP Agus, Selasa (9/9).
Menurutnya, modus pencurian kerap dipermudah oleh kelalaian pemilik kendaraan. Banyak korban meninggalkan motor dengan kunci masih menempel, tidak mengunci stang, hingga abai menggunakan kunci ganda. Kondisi itu memberi peluang besar bagi pelaku.
“Kasus paling banyak terjadi di rumah kos, pusat perbelanjaan, dan rumah pribadi. Ada yang merusak kunci stang, ada juga yang tinggal membawa motor karena kuncinya dibiarkan menempel,” tambahnya.
Seluruh kasus yang berhasil diungkap kini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pontianak dan masuk tahap P21. Hal ini menegaskan bahwa proses hukum berjalan tuntas untuk memberikan efek jera bagi para pelaku.
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Suyono, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas kerja keras jajarannya. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tindak curanmor.
“Polresta memastikan seluruh barang bukti hasil curian bisa diambil pemiliknya tanpa dipungut biaya. Masyarakat yang kehilangan kendaraan silakan mengecek langsung ke Polresta,” tegasnya.
Polresta Pontianak menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus curanmor tidak lepas dari kerja sama masyarakat yang sigap melapor setiap ada tindak kejahatan. Sinergi inilah yang menjadi kunci dalam mewujudkan Kota Pontianak yang aman dan kondusif.
Red/Irma




