UwaisNews.Com – Nunukan Kalimantan Utara,  30 Juli 2025
Pemerintah Indonesia melalui Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengambil langkah strategis dengan mengerahkan pasukan tambahan ke wilayah perbatasan Ambalat, Kalimantan Utara. Langkah ini sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya ketegangan kawasan, menyusul informasi intelijen yang menyebutkan bahwa Malaysia memiliki rudal jarak menengah yang berpotensi menjangkau beberapa wilayah di Kalimantan.

Penempatan pasukan dan peralatan pertahanan ini difokuskan pada sektor-sektor rawan di perairan Ambalat, sebuah wilayah yang sejak lama menjadi sengketa antara Indonesia dan Malaysia. Dalam beberapa pekan terakhir, patroli gabungan TNI AL dan TNI AD ditingkatkan secara signifikan, terutama di titik-titik strategis yang berbatasan langsung dengan wilayah Sabah, Malaysia.

“Kita tidak dalam posisi menyerang, tapi kita harus siap menghadapi segala kemungkinan. Pertahanan adalah hak dan kewajiban negara untuk menjaga kedaulatan wilayah,” tegas Panglima Kodam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Arief Hidayat, saat diwawancarai usai apel siaga pasukan di Nunukan.

Informasi mengenai keberadaan sistem rudal Malaysia dengan daya jelajah hingga ratusan kilometer menjadi perhatian serius TNI. Meski belum ada tanda-tanda eskalasi militer terbuka, pemerintah Indonesia tidak ingin kecolongan dalam hal pengamanan wilayah terluar.

Di sisi lain, masyarakat perbatasan menyambut positif kehadiran pasukan TNI. “Kami merasa lebih aman. Dulu sempat was-was kalau dengar kabar soal sengketa atau latihan militer dari seberang,” ujar Abdul Gani, tokoh masyarakat di Pulau Sebatik.

Penguatan pertahanan ini juga menjadi pesan simbolis bahwa Indonesia berkomitmen penuh menjaga setiap jengkal tanah airnya, termasuk wilayah perbatasan yang kerap kali luput dari sorotan pusat.

Red/Irma