UwaisNews.Com – Kubu Raya, Kalimantan Barat 6 Agustus 2025
Praktik penyelundupan komoditas impor kembali mencoreng wajah penegakan hukum di Kalimantan Barat. Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) mengungkap keberadaan gudang penyimpanan bawang putih ilegal asal Malaysia yang beroperasi nyaris tanpa hambatan di wilayah Ambawang, Kabupaten Kubu Raya — hanya beberapa ratus meter dari Markas Polres Kubu Raya.

Aktivitas bongkar muat dilakukan secara diam-diam dan terorganisir, berlangsung dini hari di dua unit ruko tertutup di Jalan Trans Kalimantan. Kendaraan kecil hingga truk terekam keluar masuk area tersebut, mengangkut komoditas ilegal yang diduga kuat tidak memiliki dokumen bea cukai.

“Barang dari Malaysia itu masuk, dibongkar, disimpan, dan disebar ke berbagai titik. Aktivitas ini jelas terstruktur, sistematis, dan nyaris tanpa hambatan,” tegas Totas, Ketua Investigasi LIRA.

Dalam investigasinya, LIRA menuding seorang pengusaha lokal berinisial AR sebagai otak distribusi bawang ilegal tersebut. Gudang di Ambawang disebut sebagai markas operasi, bukan sekadar tempat transit komoditas. LIRA juga menyebut nama “Bom-Bom” sebagai pihak yang menguasai lokasi penyimpanan.

“Kami sudah kantongi dokumen dan rekaman aktivitasnya. Jika tak ada tindakan tegas, LIRA akan buka data lebih luas ke publik,” tambah Totas.

Seorang pekerja di lokasi sempat mengakui keberadaan bawang tersebut milik “Bom-Bom”, namun enggan memberikan detail lebih lanjut. Menurutnya, pemilik saat itu sedang berada di kawasan Tanjung Raya 2.

LIRA menilai praktik ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengganggu stabilitas harga di pasar lokal, memukul petani dan pedagang bawang yang legal. LIRA dalam waktu dekat akan melayangkan surat resmi kepada Kapolres Kubu Raya, Bea Cukai, dan instansi pengawasan perdagangan untuk mendesak langkah hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian, Bea Cukai, maupun instansi terkait.

Namun publik kini menuntut aksi nyata. Kecurigaan terhadap adanya beking dari oknum aparat kian menguat, mengingat lokasi strategis gudang serta lamanya aktivitas berlangsung tanpa gangguan.

“Ini bukan lagi soal bawang. Ini soal harga diri hukum dan martabat ekonomi nasional,” pungkas Totas.

Berita ini disusun berdasarkan hasil investigasi lapangan, wawancara dengan sumber terpercaya, dan data yang dihimpun langsung oleh tim investigasi

Tim/redaksi