UwaisNews.Com – Bekasi, 13 Agustus 2025
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) RI menegaskan perlunya percepatan pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) di seluruh sektor strategis sebagai upaya memperkuat pertahanan digital nasional.

Penegasan ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Marsda TNI Eko Dono Indarto, dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Program Pencegahan Insiden Siber di Avenzel Hotel & Convention, Kota Bekasi, Rabu (13/8).

“Kemenko Polkam berperan sebagai koordinator strategis untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan memiliki kesiapan yang memadai dalam menghadapi ancaman siber,” tegas Eko Dono.

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2023 tentang Strategi Keamanan Siber Nasional, sekaligus respons terhadap meningkatnya serangan digital yang menyasar infrastruktur vital dan data strategis Indonesia.

Hadir sebagai narasumber perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Bareskrim Polri, serta Indonesia Cyber Security Forum (ICSF). Acara juga diikuti oleh perwakilan kementerian/lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, akademisi, dan sektor swasta.

Ancaman Siber Meningkat
BSSN melaporkan adanya lonjakan anomali lalu lintas siber nasional, dengan serangan malware menjadi ancaman dominan. Sementara itu, Bareskrim Polri mengungkap modus kejahatan terbaru, mulai dari akses ilegal, manipulasi data, hingga serangan Distributed Denial of Service (DDoS). ICSF menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dan literasi digital, khususnya di sektor nonpemerintah.

Rekomendasi Kunci
Rakor menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, meliputi percepatan pembentukan TTIS di seluruh instansi vital, harmonisasi prosedur operasi standar (SOP) lintas sektor, serta peningkatan pertukaran informasi untuk membangun kepercayaan antarlembaga.

Kemenko Polkam berharap langkah ini dapat menciptakan ekosistem keamanan siber Indonesia yang lebih tangguh, adaptif, dan siap menghadapi ancaman digital yang kian kompleks.

Pim/Erny