UwaisNews.Com – Pontianak, Rencana pembangunan gedung parkir di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dengan anggaran hibah Rp19,1 miliar kini memicu aksi jalanan

Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat telah melayangkan surat pemberitahuan aksi kepada pihak kepolisian. Dalam surat tertanggal 24 Agustus 2026 itu, BPM menyatakan akan menggelar demonstrasi selama dua hari, 26 dan 27 Agustus 2026

Aksi dijadwalkan dimulai dari Halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, kemudian massa akan mendatangi Kantor Kejati Kalbar di Jalan Jenderal Ahmad Yani

BPM menyoroti penggunaan anggaran tersebut di tengah persoalan kabut asap dan karhutla yang masih melanda Kalimantan Barat. Mereka mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran daerah dan meminta pembangunan lahan parkir tersebut dihentikan

Tak hanya soal gedung parkir, BPM juga membawa sejumlah tuntutan lain, di antaranya evaluasi terhadap Kajati Kalbar, pengusutan dana hibah Rp19,1 miliar, hingga meminta KPK turun ke Kalimantan Barat

Dalam suratnya, BPM memperkirakan aksi akan diikuti sekitar 1.500 orang dengan pengerahan massa menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat

Besok, aksi mulai digelar. Akankah sorotan terhadap proyek Rp19,1 miliar ini berujung pada evaluasi dan pemeriksaan anggaran?

Tim UwaisNews.Com