UwaisNews.Com – Silat Kapuas Hulu. Keluhan masyarakat mengenai sulitnya mendapatkan BBM di SPBU kembali menjadi sorotan. Di saat masyarakat harus berhadapan dengan keterbatasan atau kesulitan mendapatkan BBM di SPBU, BBM eceran di pinggir jalan justru relatif mudah ditemukan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat. Apakah BBM yang beredar secara eceran tersebut berasal dari jalur distribusi resmi, termasuk dari SPBU, atau berasal dari sumber lainnya?
Persoalan harga juga menjadi perhatian. BBM yang dijual melalui SPBU mengikuti harga yang ditetapkan sesuai ketentuan, sedangkan BBM eceran dapat dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Perbedaan harga inilah yang kemudian menimbulkan dugaan dan pertanyaan publik mengenai kemungkinan adanya penyimpangan dalam penyaluran.
Apakah ada pihak tertentu yang sengaja mengalihkan BBM dari SPBU kepada pengecer agar dapat dijual kembali dengan harga lebih tinggi? Pertanyaan tersebut perlu dijawab dengan data dan klarifikasi, bukan sekadar dugaan.
Jika memang tidak ada pengalihan BBM dari SPBU kepada pengecer, pihak pengelola diharapkan dapat menjelaskan secara terbuka mengenai stok BBM, jumlah pasokan yang diterima, mekanisme penjualan, serta alasan masyarakat mengalami kesulitan memperoleh BBM.
Sebaliknya, apabila ditemukan adanya penyaluran yang tidak sesuai ketentuan, masyarakat berharap instansi berwenang dapat melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan sesuai aturan.
Kini publik menunggu kejelasan: mengapa BBM sulit diperoleh di SPBU, sementara BBM eceran masih mudah ditemukan dan dijual dengan harga lebih tinggi? Dari mana asal BBM tersebut dan bagaimana jalur distribusinya?
Klarifikasi dari pengelola SPBU dan instansi terkait sangat diperlukan agar persoalan ini terang dan tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.
Sumber : Didi




