Sanggau, UwaisNews.Com. Suasana tenang di halaman Rumah Makan Sinar Fajar, Jalan Sanggau–Mukok, mendadak berubah mencekam pada Minggu pagi (29/6), setelah seorang sopir ekspedisi ditemukan meninggal dunia di dalam truknya.

Korban diketahui berinisial H.A (63), warga Kabupaten Mempawah, yang bekerja sebagai buruh harian lepas sekaligus sopir angkutan barang antarkota. Ia ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 10.25 WIB dalam posisi tidur di dalam truk yang terparkir sejak dini hari.

Tiga orang saksi yang merupakan pekerja setempat—S.N (17), K.A (20), dan R.V (16)—awalnya mengira korban sedang beristirahat. Namun hingga lewat pukul 10 pagi, posisi tubuh korban tak berubah dan saat dibangunkan, tak ada respons. R.V yang bekerja di tempat pencucian mobil langsung memeriksa kondisi korban dan mendapati tubuhnya sudah kaku serta nadi tidak berdenyut.

Sontak, warga sekitar pun geger. Polisi dari Polsek Kapuas segera mendatangi lokasi setelah mendapat laporan. Jenazah korban lalu dievakuasi menggunakan ambulans Dokkes Polres Sanggau menuju RSUD M.Th. Djaman untuk diperiksa lebih lanjut.

“Hasil visum menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Terdapat lebam mayat di punggung, dan diduga korban sedang dalam kondisi demam atau sakit sebelum meninggal,” ujar Pawas Polres Sanggau, Ipda Evans Sitanggang, S.H.

Korban memang diketahui sering singgah di lokasi tersebut untuk beristirahat saat melakukan pengantaran barang. Besar kemungkinan, kondisi tubuh yang lelah ditambah sakit yang diderita mempercepat kepergiannya.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi, dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit serta keluarga korban. Pukul 14.47 WIB, jenazah resmi diserahkan kepada keluarga di ruang jenazah RSUD M.Th. Djaman.

“Pihak keluarga menerima dengan ikhlas dan menolak autopsi, karena yakin almarhum sebelumnya dalam kondisi sakit,” terang Ipda Evans.

Sekitar pukul 14.52 WIB, jenazah diberangkatkan ke kampung halamannya di Kecamatan Sui Raya, Kabupaten Mempawah untuk dimakamkan. Penyerahan dilakukan secara resmi disertai berita acara, disaksikan pihak keluarga, polisi, dan tenaga medis.

Kapolres Sanggau melalui jajarannya menyampaikan belasungkawa atas kepergian H.A, seraya mengimbau kepada seluruh sopir ekspedisi untuk tidak memaksakan diri jika merasa tidak sehat.

“Keselamatan dan kesehatan sopir adalah hal utama, karena nyawa tak bisa ditukar dengan waktu pengiriman,” tegasnya.

Red/Irma