UwaisNews.Com – Sintang, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus meresmikan Pastori Resort GKE Sintang pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Peresmian ditandai dengan pembukaan plang nama oleh Kartiyus Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, penandatanganan prasasti oleh Pdt. Triotama T. Abel, M.Th Bendahara Umum Majelis Sinode Gereja Kalimantan Evangelis, dan pengguntingan pita secara Bersama-sama.
Kartiyus menyampaikan rasa senangnya karena GKE Resort Sintang bisa menambah aset yang sudah semestinya dijaga dan dipelihara dengan baik.
“memelihara dan menjaga aset juga memerlukkan komitmen yang baik. Kadang-kadang, membangun bisa, tetapi menjaganya tidak bisa. Dan saya berharap kita bersama-sama mengisi Pastori ini dengan fasilitas yang baik sehingga barang-barang yang ada di Pastori juga menjadi aset gereja, bukan aset pribadi Pendeta yang bertugas di sini. Sehingga ketika Pendeta pindah tugas, tidak perlu membawa barang-barang” pesan Kartiyus
“Pemkab Sintang terus berkomitmen untuk membantu pembangunan tempat ibadah. Bupati Sintang sudah menyampaikan prinsip, bahwa Pemkab Sintang akan membantu, kalau umat beragama, terlebih dahulu memulai pembangunan fisik tempat ibadahnya, sehingga dana bantuan Pemkab Sintang, hanya membantu menyelesaikan, bukan membantu dari nol” terang Kartiyus
“saya sejak kecil sudah menjadi jemaat GKE Petra. Awalnya GKE Petra yang hanya memiliki 8 KK. Saya dulu sekolah minggu juga di sini. Saat ini sudah ada 4 gereje GKE di Kota Sintang. Ini sesuatu yang luar biasa” terang Kartiyus
Pdt. Triotama T. Abel, M.Th Bendahara Umum Majelis Sinode Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) berpesan agar jemaat GKE Sintang dan para hamba Tuhan untuk bergotong royong mengisi Pastori Resort GKE Sintang ini supaya lebih lengkap.
“bangunan Pastori Resort GKE Sintang ini fisiknya sudah selesai. Namun, isinya belum ada. Sehingga masih memerlukan pembiayaan untuk penyelesaian. Dengan membeli barang-barang yang ada di dalam Pastori ini dari gereja dan jemaat, maka setiap Pendeta pindah tugas, tidak perlu membawa barang keluar. Cukup membawa pakaian pribadi dan rohani saja. Yang lain ditinggalkan di Pastori” terang Pdt. Triotama T. Abel
Sumber Prokopim




