UwaisNews.Com – Sintang, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meresmikan Jaringan Air Bersih di Desa Setungkup, Kecamatan Ketungau Hilir, Jumat (5/6/2026). Pembangunan jaringan air bersih tersebut merupakan Pilot Project Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Tahun Anggaran 2025 yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan air bersih yang layak.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bappeda Sintang Kurniawan, unsur Forkopimcam, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Ketungau Hilir Benidiktus Hengky Saputra, Kepala Desa Setungkup Susi, perwakilan perusahaan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Gregorius Herkulanus Bala menegaskan bahwa setelah jaringan air bersih diresmikan, tanggung jawab bersama selanjutnya adalah menjaga dan memelihara fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.

“Saya memberikan apresiasi atas partisipasi pihak perusahaan, credit union, dan seluruh masyarakat yang saya dengar sudah ikut menjaga, memelihara, serta mengembangkan jaringan air bersih ini. Saya percaya dengan kerja sama banyak pihak ini, ke depan dusun atau RT yang belum teraliri air bersih juga akan dapat menikmati layanan yang sama. Karena berdasarkan informasi yang saya terima, dari sisi kuantitas air tidak ada masalah,” ujar Gregorius.

Ia menjelaskan bahwa perluasan jaringan air bersih sangat memungkinkan dilakukan apabila seluruh pihak terus menjaga semangat gotong royong dan kerja sama yang selama ini telah terbangun.

“Kalau saling membantu dan bekerja sama, saya rasa untuk menyambung pipa ke wilayah yang belum menikmati air bersih pasti bisa. Kepada perusahaan yang ada di sekitar wilayah ini, pesan saya bantulah masyarakat dengan rasa bangga dan bahagia. Anggap saja sebagai bentuk pelayanan sekaligus dukungan terhadap program pemerintah,” tambahnya.

Bupati Sintang juga kembali mengingatkan pentingnya pemeliharaan jaringan yang telah tersedia. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan jaringan air bersih di Desa Setungkup dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Sintang.

“Sekali lagi, jaga jaringan air bersih yang sudah ada. Kalau pemeliharaan ini bisa dijalankan dengan baik, maka ini bisa menjadi referensi bagi desa-desa lainnya. Jika pengelolaannya sudah bagus, kita juga tidak keberatan untuk menyambung jaringan ke dusun-dusun berikutnya. Namun jika yang sudah tersambung saja tidak terpelihara, tentu itu akan menjadi catatan bagi kami,” tegasnya.

Selain membahas program air bersih, Gregorius juga menyinggung persoalan infrastruktur jalan yang masih menjadi perhatian masyarakat di Kecamatan Ketungau Hilir. Ia mengakui keterbatasan anggaran pemerintah daerah dalam menangani seluruh kebutuhan pembangunan secara bersamaan.

“Soal fasilitas umum seperti jalan, saya tidak malu mengakui keterbatasan anggaran yang ada. Karena itu kami terus berupaya berkomunikasi dengan berbagai pihak. Beberapa waktu lalu masyarakat Ketungau Hilir juga melakukan aksi menyampaikan aspirasi. Kami membantu mengomunikasikan hal tersebut kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan anggota DPRD Kalbar sehingga saat ini pengerjaan sudah mulai dilakukan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sintang juga mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Ketungau Hilir untuk lebih peduli terhadap kondisi infrastruktur dan kebutuhan masyarakat sekitar.

“Saya mengajak perusahaan yang ada untuk peduli terhadap persoalan jalan yang ada. Jangan menunggu masyarakat melakukan demonstrasi baru memberikan bantuan. Yang bisa dibantu, ya dibantu saja demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Peresmian jaringan air bersih ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Setungkup. Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, akses air bersih di wilayah tersebut diharapkan terus berkembang hingga menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.

Sumber : Prokopim