UwaisNews.Com – Sintang, 11/3/2026. Warga Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, mengeluhkan mangkraknya pembangunan Jembatan Dua Merakai yang hingga kini belum juga selesai. Akibat kondisi tersebut, masyarakat mengaku kesulitan melakukan aktivitas transportasi sehari-hari, terutama untuk mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Berdasarkan informasi yang disampaikan warga setempat, pembangunan jembatan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sintang dan telah dimulai sejak beberapa tahun lalu secara bertahap.
Tahap pertama pembangunan dimulai pada tahun 2017 dengan anggaran sekitar Rp5 miliar.
Selanjutnya pada tahun 2018 proyek kembali dilanjutkan pada tahap kedua dengan nilai anggaran yang sama, yakni Rp5 miliar.
Kemudian pada tahap ketiga, proyek tersebut kembali dialokasikan dana sekitar Rp6,5 miliar yang dikelola oleh CV Riyan Putra Pratama. Namun hingga saat ini, pembangunan jembatan tersebut belum juga rampung dan kondisinya dinilai terbengkalai.
Warga setempat mengaku sangat berharap pembangunan jembatan tersebut segera diselesaikan karena keberadaannya sangat penting sebagai akses penghubung antarwilayah di daerah tersebut.
“Kami sangat berharap jembatan ini segera selesai, karena sangat dibutuhkan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Selama ini transportasi menjadi sulit,” ungkap salah seorang warga Merakai.
Melihat kondisi proyek yang tak kunjung selesai, warga juga meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap pembangunan jembatan tersebut.
Masyarakat berharap Kejaksaan Negeri Sintang maupun Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dapat menurunkan tim untuk melakukan audit serta menelusuri penyebab mangkraknya proyek jembatan yang telah menyerap anggaran miliaran rupiah tersebut.
Dengan adanya pemeriksaan tersebut, warga berharap dapat diketahui secara jelas penyebab keterlambatan pembangunan serta memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sumber: Dy




