UwaisNews.Com – Sintang, Pemerintah Kabupaten Sintang resmi menetapkan tema dan logo peringatan Hari Jadi Kota Sintang ke-664 Tahun 2026. Tema yang diusung tahun ini adalah “Sintang Kota Bersama” yang memiliki makna Bersatu, Asri dan Maju.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Supriyanto, menjelaskan bahwa tema tersebut menjadi simbol semangat persatuan seluruh masyarakat Sintang di tengah keberagaman yang ada.

“Tema Sintang Kota Bersama menegaskan bahwa Sintang adalah milik semua golongan, tempat di mana perbedaan dirayakan sebagai kekuatan,” ujar Supriyanto.

Ia menjelaskan, kata Bersatu mencerminkan tekad dan komitmen masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman suku, budaya dan agama yang hidup harmonis di Kabupaten Sintang.

Sementara kata Asri bermakna komitmen menjaga kebersihan, keindahan lingkungan, serta kelestarian alam demi mendukung kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Sedangkan kata Maju menggambarkan visi pembangunan Kabupaten Sintang yang terus berkembang dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Selain tema, Supriyanto juga membeberkan filosofi logo Hari Jadi Kota Sintang ke-664 yang sarat makna budaya dan keberagaman etnis di Sintang.

Menurutnya, angka 6 pertama pada logo berwarna merah melambangkan keberanian, energi, dan semangat masyarakat Sintang dalam menjaga kedaulatan serta warisan leluhur.

“Di dalam angka tersebut terdapat aksen lampion merah dan pola geometris yang merepresentasikan kontribusi dan eksistensi etnis Tionghoa yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah perdagangan dan kehidupan sosial di Sintang,” jelasnya.

Sementara angka 6 kedua berwarna kuning dibentuk menyerupai siluet Burung Enggang yang menjadi simbol masyarakat Dayak.

“Burung Enggang melambangkan kesetiaan, keagungan dan kearifan lokal masyarakat Dayak. Warna kuning sendiri melambangkan kemakmuran dan optimisme menuju masa depan yang maju dan sejahtera,” terang Supriyanto.

Sedangkan angka 4 berwarna hijau membentuk siluet daun dengan aksen motif Melayu yang melambangkan kekayaan alam dan lingkungan Sintang yang asri.

“Warna hijau dan motif Melayu merepresentasikan pertumbuhan, kesuburan dan keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.

Tak hanya itu, tulisan “Sintang” pada logo menggunakan warna biru yang memiliki filosofi ketenangan, kepercayaan, dan kewibawaan.

“Warna biru juga identik dengan air, menggambarkan pertemuan dua sungai besar yakni Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang menjadi identitas penting Kota Sintang,” tutup Supriyanto.

Sumber : Prokopim