UwaisNews.Com – Sintang, Untuk memastikan harga beras tetap stabil dan sesuai dengan ketentuan pemerintah, Satgas Pengendalian Harga Beras Kabupaten Sintang kembali melakukan pemantauan di sejumlah ritel modern, ritel tradisional, dan gudang distributor pada Senin (10/11).
Kegiatan ini melibatkan unsur Satgas Pangan Polda Kalbar Polres Sintang, Badan Pangan Nasional, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sintang, serta Perum Bulog. Pemantauan dilakukan sebagai bentuk pengawasan berkelanjutan terhadap harga dan ketersediaan beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
Dalam pengecekan di lapangan, tim menemukan sebagian ritel modern masih menjual beras premium sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini dipengaruhi harga beli dari distributor yang sudah tinggi, ditambah biaya distribusi, ekspedisi, dan tenaga buruh. Meski demikian, untuk beras program SPHP Bulog, harga jual di ritel dinyatakan masih sesuai dengan ketentuan HET pemerintah.
Di tingkat distributor, tim mencatat bahwa biaya logistik dan transportasi dari luar daerah masih menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga. Atas temuan tersebut, Satgas memberikan teguran administratif kepada beberapa pelaku usaha agar menyesuaikan harga dan mengikuti kebijakan nasional untuk menjaga stabilitas pasar.
Perwakilan Satgas Pangan Polres Sintang, IPTU Aditya Arya Nugroho, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa langkah pemantauan ini merupakan upaya proaktif pemerintah dan aparat dalam menjaga keseimbangan harga pangan.
“Kami berkomitmen menjaga agar harga beras tetap stabil dan sesuai HET. Teguran administratif ini untuk mengingatkan pelaku usaha tentang pentingnya menjaga harga yang wajar dan tidak merugikan masyarakat. Pemantauan ini bukan sekadar penegakan aturan, tetapi bentuk kepedulian bersama demi memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Satgas Pangan Kabupaten Sintang memastikan kegiatan pemantauan akan dilakukan secara rutin disertai pembinaan dan evaluasi berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan beras yang aman, stabil, dan sesuai kebijakan nasional di wilayah Kalimantan Barat.
Red/Irma



