UwaisNews.Com – Sintang, harga Elpigi Non Subsidi memang terasa cukup signifikan per hari ini. Ada beberapa faktor utama yang biasanya menjadi penyebab kenaikan tersebut:
1. Harga energi global naik
LPG mengikuti harga minyak dan gas dunia. Saat harga energi global meningkat, biaya impor LPG ikut naik karena Indonesia masih bergantung pada pasokan luar negeri.
2. Nilai tukar rupiah melemah
Karena LPG banyak diimpor, pelemahan rupiah terhadap dolar AS otomatis membuat harga beli lebih mahal, yang kemudian diteruskan ke konsumen.
3. Kebijakan penyesuaian harga oleh PT Pertamina (Persero)
Untuk LPG non-subsidi (Bright Gas dan Elpiji 12 kg), harga memang mengikuti mekanisme pasar. Jadi, ketika biaya distribusi dan pengadaan naik, harga jual juga disesuaikan.
4. Biaya distribusi dan logistik
Di daerah seperti Kalimantan Barat, biaya transportasi bisa lebih tinggi dibanding Jawa, sehingga harga di tingkat konsumen ikut terdorong naik.
5. Tidak ada subsidi pemerintah
Berbeda dengan LPG 3 kg, tabung 5,5 kg dan 12 kg tidak disubsidi. Artinya, harga sepenuhnya mengikuti keekonomian pasar.
Dampak yang terasa:
Rumah tangga kelas menengah mulai beralih ke LPG 3 kg (yang justru bisa menambah tekanan subsidi)
Pelaku usaha kecil (kuliner, UMKM) mengalami kenaikan biaya operasional
Potensi inflasi di sektor makanan dan jasa
Red/Irma




