UwaisNews.Com – Sintang, Kondisi kualitas udara di Kabupaten Sintang menjadi perhatian serius. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terjadi peningkatan signifikan konsentrasi partikel halus PM2,5 pada Rabu, 6 Agustus 2026, yang mengindikasikan penurunan kualitas udara hingga mendekati kategori berbahaya.

Data pemantauan menunjukkan bahwa pada pukul 00.00 WIB, kualitas udara di Kabupaten Sintang masih berada dalam kategori aman. Namun, beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 08.00 WIB, konsentrasi partikel PM2,5 mengalami lonjakan hingga mencapai 250,6, yang mengarah ke tingkat berbahaya dan berpotensi memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

PM2,5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk hingga ke paru-paru bahkan ke dalam aliran darah. Paparan partikel ini dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti sesak napas, batuk, iritasi mata, gangguan saluran pernapasan, hingga memperburuk kondisi penderita asma, penyakit paru-paru, maupun penyakit jantung.

Meningkatnya konsentrasi PM2,5 diduga berkaitan dengan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun penyebab pastinya masih menunggu hasil analisis dari instansi terkait.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah juga sangat dianjurkan untuk mengurangi paparan partikel berbahaya.

Selain itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang dapat memperburuk kualitas udara. Upaya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran menjadi tanggung jawab bersama demi melindungi kesehatan masyarakat.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara serta menyampaikan informasi secara berkala kepada masyarakat agar langkah-langkah antisipasi dapat dilakukan sedini mungkin.

Dengan kondisi kualitas udara yang terus mengalami perubahan, masyarakat Kabupaten Sintang diimbau untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi berwenang, serta mengutamakan kesehatan hingga kondisi udara kembali membaik.