UwaisNews.Com – Sekadau,  Suara parang membelah semak dan langkah gotong royong prajurit bersama warga mengawali harapan baru di Dusun Tanjung, Desa Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau. Sejak Senin (02/02/2026), jajaran Kodim 1204/Sanggau melalui Koramil 1204-18/Nanga Mahap melaksanakan penyiapan pembangunan jembatan gantung penghubung antar desa dan kampung.

Kegiatan diawali dengan pembersihan lahan lokasi pembangunan. Tak hanya itu, sebelum pekerjaan dimulai, dilaksanakan pula prosesi ritual adat setempat sebagai bentuk permisi serta penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal masyarakat.
Bentang 40 Meter, Tantangan Arus Sungai
Jembatan gantung yang akan dibangun memiliki panjang bentangan sekitar 40 meter, dengan lebar sungai kurang lebih 35 meter.

Kondisi Sungai Nanga Mahap di titik pembangunan cukup menantang.
Kedalaman air berkisar antara 1 hingga 2 meter saat normal. Namun saat musim hujan dan banjir, ketinggian air bisa mencapai 6 meter dengan kecepatan arus sekitar 1 meter per detik. Kondisi tersebut menuntut perencanaan teknis yang matang agar konstruksi jembatan kokoh dan aman digunakan masyarakat.
Manfaat untuk 1.255 Warga
Pembangunan jembatan ini diperkirakan akan memberikan manfaat langsung bagi 1.255 jiwa masyarakat setempat.

Keberadaan jembatan gantung diharapkan mampu:
Meningkatkan aksesibilitas antar dusun
Mempermudah mobilitas warga
Mendukung kelancaran aktivitas pendidikan anak-anak sekolah
Memperlancar kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat
Selama proses penyiapan berlangsung, kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Dukungan penuh dari warga menjadi energi tersendiri bagi para prajurit di lapangan.

Gotong royong yang terbangun bukan hanya soal membangun jembatan fisik, tetapi juga memperkuat jembatan kebersamaan antara TNI dan masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Sekadau.

Pendim 1204/Sanggau

Red/Irma