UwaisNews.Com – Sintang Kalbar. Seorang wartawan media online Buser Bhayangkara74 berinisial YD dibuat geram setelah mengetahui foto pribadinya diduga disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab berinisial A.MS.
Peristiwa ini terungkap pada Kamis, 10 Februari 2026. Saat itu, YD mendapat kabar dari salah satu kerabatnya yang merasa curiga melihat sebuah kartu identitas pers.
“Kerabat saya bilang, ‘Itu foto kamu, tapi kok namanya lain?’” ujar YD menirukan percakapan tersebut.
Merasa ada yang janggal, YD kemudian menelusuri informasi tersebut. Hasilnya membuatnya terkejut. Foto yang tertera dalam salah satu ID card pers memang benar foto dirinya, namun tercantum dengan nama yang berbeda.
“Setelah saya cek, ternyata benar itu foto saya. Tapi jelas bukan nama saya,” tegas YD.
Ia menegaskan tidak pernah mengenal oknum berinisial A.MS, apalagi memberikan izin penggunaan foto untuk kepentingan apa pun.
“Saya tidak pernah kenal orang tersebut dan tidak pernah menyerahkan foto saya untuk digunakan. Ini jelas tanpa izin saya,” ujarnya dengan nada berang.
YD merasa dirugikan atas tindakan tersebut, terlebih jika kartu identitas yang menggunakan fotonya dipakai untuk kepentingan tertentu yang dapat mencoreng nama baiknya maupun profesi wartawan.
“Saya merasa dirugikan. Nama saya diganti, foto saya dipakai. Ini tidak bisa dibiarkan,” tambahnya.
Atas kejadian ini, YD mengimbau para pengusaha, instansi pemerintah, maupun masyarakat agar lebih berhati-hati jika ada pihak yang mengaku sebagai wartawan dengan membawa kartu identitas pers yang mencatut nama dan foto orang lain.
“Tolong lebih teliti memeriksa identitas. Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi dan merugikan banyak pihak,” pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa tindakan penyalahgunaan identitas seperti ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencoreng nama baik profesi wartawan yang bekerja secara profesional dan berintegritas.
Saat ini, YD bersama timnya tengah mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia memastikan kasus tersebut akan segera dilaporkan ke pihak kepolisian.
“Kasus ini akan saya laporkan secara resmi. Ini harus diproses hukum,” tegas YD.
Sumber : Santika Kalbar
Red/Time




