UwaisNews.Com – Sintang, 11 Februari 2026. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Sintang semakin dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di kota maupun kecamatan sekitar.
Sejak pagi hari, puluhan hingga ratusan warga terlihat rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan jatah bahan bakar. Namun, tidak sedikit di antara mereka yang harus pulang dengan tangan hampa karena stok Pertalite habis sebelum giliran tiba.
Diduga, kelangkaan ini terjadi akibat terganggunya distribusi BBM yang sebagian besar masih mengandalkan jalur sungai. Kondisi musim kemarau yang menyebabkan debit air sungai menurun drastis membuat kapal ponton pengangkut BBM kesulitan untuk masuk dan bersandar di dermaga.
Seorang warga Sintang, Seno (34), mengaku sudah dua kali mengantre dalam sepekan terakhir namun tetap tidak berhasil mendapatkan Pertalite.
“Sudah capek antre lama, kadang sampai dua jam lebih. Pas hampir giliran, malah dibilang habis. Mau tidak mau harus cari ke SPBU lain, itu pun belum tentu ada,” ujarnya dengan nada kecewa.
Situasi ini tidak hanya menyulitkan pengendara pribadi, tetapi juga berdampak pada para pelaku usaha kecil yang bergantung pada ketersediaan BBM untuk operasional sehari-hari. Beberapa pengemudi ojek dan pelaku UMKM mengaku penghasilan mereka menurun karena waktu habis untuk mengantre.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan distribusi ini, termasuk mencari jalur alternatif pengiriman BBM apabila jalur sungai belum memungkinkan dilalui kapal ponton akibat surutnya air.
Kelangkaan Pertalite ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat serta stabilitas aktivitas ekonomi di Kabupaten Sintang. Jika kondisi ini berlarut-larut tanpa solusi konkret, dikhawatirkan akan memicu dampak yang lebih luas terhadap perekonomian daerah.
Red/Tim




