SINTANG, UwaisNews.Com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sintang masih menjadi perhatian serius. Hingga Jumat, 21 Agustus 2026, sejumlah titik api dilaporkan masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petugas di lapangan, terlebih musim kemarau masih berlangsung dan sebagian wilayah Sintang berada dalam kondisi yang cukup kering.
Api yang terlihat kecil di permukaan juga berpotensi kembali membesar apabila masih terdapat bara api di dalam lahan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sintang telah meningkatkan status penanganan karhutla dari siaga menjadi tanggap darurat selama 30 hari. Kebijakan tersebut diambil menyusul meningkatnya kejadian kebakaran serta dampak kabut asap yang mulai dirasakan masyarakat.
Data yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Sintang sebelumnya menunjukkan sebanyak 186 titik panas terdeteksi hingga 7 Agustus 2026. Kondisi ini menunjukkan ancaman karhutla masih cukup tinggi di tengah musim kemarau.
Petugas pemadam dan tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman serta pendinginan di lokasi yang masih memiliki potensi api. Penanganan tidak hanya dilakukan terhadap kobaran yang terlihat, tetapi juga terhadap titik-titik bara yang dapat kembali menyala dan menyebarkan api ke area lainnya.
Masyarakat Sintang juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan selama kondisi cuaca masih kering. Api yang awalnya berasal dari lahan kecil dapat dengan cepat meluas apabila tertiup angin dan kondisi lahan sangat kering.
Kondisi karhutla juga perlu mendapat perhatian karena kabut asap dapat berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Pemerintah sebelumnya mencatat adanya masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan akibat gangguan pernapasan di tengah kondisi kabut asap.
Dengan masih adanya titik api pada 21 Agustus 2026, penanganan karhutla di Sintang diharapkan terus dilakukan secara maksimal. Kolaborasi antara pemerintah, petugas pemadam, aparat keamanan, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci agar api segera dapat dikendalikan dan tidak meluas.
UwaisNews.Com




