UwaisNews.Com – Melawi, Kalbar. Keluhan dan kekecewaan warga Kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, terkait kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah terus bermunculan. Ironisnya, hingga Jumat (9/1/2026), sekitar 85 persen ruas jalan di wilayah tersebut belum tersentuh pembangunan.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Rakyat Independen Cinta (FRIC) Kalbar, Rabi, mengungkapkan bahwa dirinya kerap menerima keluhan warga, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Namun hingga kini, keluhan tersebut belum mendapat respons serius dari pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat.

“Saya sering mendengar keluhan masyarakat pengguna jalan dan juga menyaksikan langsung betapa sulitnya warga melintasi jalan tersebut,” ujar Rabi.
Menurutnya, ruas jalan Sungai Raya – Manding – Natai Panjang – Merah Arai – Merpak merupakan akses utama bagi masyarakat Pinoh Utara, serta warga Kecamatan Nanga Mau dan Tebidah, untuk menuju pusat Kabupaten Melawi guna menjual hasil panen dan memenuhi kebutuhan ekonomi lainnya.
Rabi menilai, sejak Kabupaten Melawi dimekarkan dari Kabupaten Sintang lebih dari satu dekade lalu, Kecamatan Pinoh Utara masih jauh dari perhatian pemerintah daerah.

“Saat musim politik, janji begitu banyak. Namun setelah kepentingan politik tercapai, kebutuhan dasar masyarakat justru diabaikan,” tegasnya.
Kondisi tersebut dibenarkan oleh salah seorang warga pengguna jalan, Agang, yang mengaku sangat kecewa terhadap kinerja pemerintah daerah.

“Jalan di wilayah Sungai Raya masih bagus karena baru dikerjakan tahun lalu. Tapi lanjutan pekerjaannya yang tinggal sekitar dua kilometer menuju Desa Manding justru tidak dilanjutkan,” ujarnya.
Ia menggambarkan betapa beratnya penderitaan warga saat melintasi jalan berlumpur.

“Motor sering terjebak, mobil roda empat pun sering ‘tidur’ di jalan. Warga yang berjalan kaki ke kebun juga sangat kesulitan,” tambahnya.
Lebih memprihatinkan lagi, kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan warga.

“Kalau ada warga sakit, bisa saja meninggal di tengah jalan. Ibu hamil pun berisiko melahirkan di jalan karena sulitnya akses kendaraan,” paparnya.
Warga berharap pemerintah Kabupaten Melawi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, hingga pemerintah pusat segera melakukan peningkatan infrastruktur jalan tersebut.

“Kalau belum ada anggaran pengaspalan, cukup ditimbun dengan sertu dulu. Yang penting akses kami lancar untuk ke ladang dan menjual hasil panen,” tutup Agang.

Sumber : Humas FRIC Kalbar