UwaisNews.Com – Ngada, NTT. Kisah pilu datang dari Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Seorang anak laki-laki berinisial YBS (10) dinyatakan meninggal dunia, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta menyentuh hati banyak orang. Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, YBS sempat menuliskan sebuah surat untuk sang ibu, yang kini menjadi kenangan terakhir penuh air mata.

Pada hari itu, YBS diketahui sempat meminta kepada ibunya untuk dibelikan buku dan pulpen. Permintaan sederhana tersebut tidak dapat dipenuhi, bukan karena sang ibu tak ingin, melainkan karena keterbatasan ekonomi yang sedang dialami keluarga. Sang ibu pun hanya bisa menjelaskan kondisi mereka kepada anaknya dengan penuh perasaan.

Namun di tengah keterbatasan itu, YBS tetap berusaha menuliskan pesan terakhirnya. Dengan alat tulis seadanya, bocah berusia 10 tahun tersebut menuangkan isi hatinya untuk sang ibu. Surat itu berisi ungkapan polos, ketulusan, dan cinta seorang anak kepada orang tua yang membesarkannya.

Menurut keterangan keluarga, tidak ada yang menyangka bahwa surat tersebut akan menjadi pesan perpisahan terakhir dari YBS. Kepergiannya menyisakan penyesalan, kesedihan, dan luka mendalam, terutama bagi sang ibu yang kini hanya bisa mengenang anaknya melalui surat tersebut.
Peristiwa ini menggugah empati masyarakat sekitar. Banyak warga menyampaikan belasungkawa dan menilai kisah YBS sebagai potret nyata kerasnya kehidupan yang dihadapi sebagian keluarga, serta betapa besar dampak keterbatasan ekonomi terhadap kehidupan anak-anak.

Kepergian YBS menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya perhatian sosial, kepedulian, dan dukungan terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu. Surat terakhir YBS kini bukan sekadar tulisan, melainkan simbol cinta, kesabaran, dan ketegaran seorang anak kecil di tengah keterbatasan hidup.

Red/ tim