UwaisNews.Com – Landak, Setelah bertahun-tahun rusak oleh aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Sungai Mahaya di Kabupaten Landak akhirnya kembali menampakkan wajah aslinya. Air yang dulu keruh kecoklatan kini mulai jernih, suara mesin dompeng tak lagi terdengar, dan kehidupan biota sungai perlahan pulih.
Pemerintah Kabupaten Landak bersama aparat gabungan TNI–Polri menyatakan bahwa wilayah aliran Sungai Mahaya kini bebas dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Penertiban yang dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan terakhir mulai menunjukkan hasil nyata: sungai kembali bersih dan ekosistem yang sempat terancam mulai pulih.
Camat setempat menyebutkan, penghentian aktivitas PETI bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga upaya jangka panjang menyelamatkan lingkungan. “Sungai Mahaya sudah terlalu lama menanggung kerusakan. Sekarang kita lihat tanda-tanda pemulihan. Ikan mulai kembali, air tidak lagi sepekat dulu,” ujarnya.
Warga sekitar juga merasakan dampaknya. Para nelayan sungai yang sebelumnya mengeluh hasil tangkapan merosot kini mulai bisa menggantungkan hidup kembali pada alam. Sejumlah titik yang dulunya menjadi lokasi pengerukan kini kembali ditumbuhi rumput dan vegetasi tepi sungai.
Aparat gabungan memastikan pengawasan tetap dilakukan untuk mencegah kembalinya aktivitas PETI. Pemerintah daerah pun sedang menyiapkan program alternatif ekonomi bagi warga, agar pemulihan ekosistem sungai berjalan sejalan dengan keberlanjutan kebutuhan masyarakat.
Langkah ini menjadi bukti bahwa ketika penegakan hukum dan kepedulian lingkungan berjalan beriringan, alam memiliki kemampuan untuk sembuh. Sungai Mahaya kini kembali bernapas, menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan Landak.
Sumber : Wawan
Red/Irma




