UwaisNews.Com – Sintang, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan sebagai langkah strategis meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Aksi Pembangunan dan Pengelolaan Kawasan Perbatasan Kabupaten Sintang, Selasa (28/4/2026), di Aula Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah Kabupaten Sintang.

Rakor tersebut dihadiri Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Kalimantan Barat Alexander Rombonang beserta jajaran, Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah Kabupaten Sintang Barrie Danu Brata, para camat dari wilayah Ketungau Tengah dan Ketungau Hulu, 14 kepala desa perbatasan dengan Sarawak, Malaysia, pihak PT PLN Sintang, serta perwakilan organisasi perangkat daerah.

Dalam arahannya, Kartiyus menyampaikan bahwa pembangunan kawasan perbatasan menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Sekarang kondisi sudah jauh lebih baik. Jalan sudah banyak yang diaspal, listrik negara juga sudah masuk. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat yang rela 125 rumahnya digusur demi pembangunan jalan paralel. Ini menunjukkan kemajuan nyata infrastruktur perbatasan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan harus terus didorong, terutama melalui dukungan pemerintah pusat. Ia juga meminta pemerintah desa untuk selalu siap dengan data yang dibutuhkan guna mempercepat realisasi program pembangunan.

“Kepala desa harus siap dengan data rumah tidak layak huni untuk program rehab, data lahan sawah, lahan desa, dan data lainnya. Kalau ada program mendadak dari pusat, kita sudah siap,” tegasnya.

Selain itu, Kartiyus juga menekankan pentingnya pengembangan potensi desa sebagai sumber peningkatan ekonomi masyarakat perbatasan.

Ia turut menyatakan dukungan terhadap upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memperluas jaringan listrik desa di wilayah perbatasan serta melanjutkan pembangunan jalan paralel perbatasan.

“Kita terus dorong penyelesaian jalan paralel perbatasan. Apalagi di wilayah Malaysia, jalan sudah dibangun hingga delapan jalur. Kita juga harus bisa mengejar ketertinggalan,” pungkasnya.

Upaya percepatan pembangunan ini diharapkan mampu memperkuat kawasan perbatasan sebagai beranda terdepan negara sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.

Sumber : Prokopim