UwaisNews.Com – Sintang, Suasana Sabtu pagi, 21 Februari 2026, di sepanjang Jalan Lintas Melawi tampak berbeda. Puluhan warga bersiap dengan sarung tangan dan kantong sampah, mengikuti aksi pungut sampah yang dilepas langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus.

Di momen itulah, Sekda kembali mengingatkan warga soal kedisiplinan membuang sampah sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Kartiyus meminta seluruh warga yang tinggal di wilayah Kecamatan Sintang untuk menaati Peraturan Bupati tentang jadwal pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), yakni pada malam hari, mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WIB.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Sintang agar mulai memupuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekitar rumah kita dan tetangga. Mari saling mengingatkan dan membudayakan jam buang sampah pada TPS sesuai waktu yang telah ditentukan, yaitu pukul 18.00 sampai 06.00 WIB,” ajaknya.

TPS Harus Kosong di Siang Hari
Kartiyus menjelaskan, setelah batas waktu pembuangan berakhir, tim Dinas Kebersihan akan mengangkut seluruh sampah dari TPS menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Ia berharap, pada pagi hingga siang hari tidak ada lagi aktivitas membuang sampah di TPS sehingga kondisinya tampak bersih dan kosong.

“Setelah diangkut semua, harapan kami pagi sampai siang tidak ada aktivitas membuang sampah di TPS. Sore jam 18.00 sampai subuh silakan TPS dipenuhi lagi. Harusnya begitu terus menerus sepanjang hari,” tegasnya.
Tanggung Jawab Bersama

Menurut Kartiyus, persoalan sampah bukan semata-mata tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Ia mengaitkan gerakan kebersihan tersebut dengan slogan nasional “aman, sehat, resik dan indah (ASRI)” serta menghidupkan kembali semangat lama Kabupaten Sintang, yakni “Bersemi” — Bersih, Sehat, Aman, dan Indah.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kekompakan dan kepedulian kita dalam memerangi sampah menuju Sintang kembali ‘Bersemi’,” ujarnya.
Budayakan Kerja Bakti Rutin
Di akhir sambutannya, Kartiyus mengajak seluruh pihak untuk menjadikan kerja bakti atau korve sebagai budaya baru, minimal satu kali dalam sepekan, baik di lingkungan kerja maupun rumah tangga.

Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama di jalan saat berkendara.
“Mari jadikan kebiasaan memungut dan membuang sampah pada tempat dan jam yang telah ditentukan serta jangan pernah lagi membuang sampah di jalan-jalan selama perjalanan,” tutupnya.

Sumber : Prokopim