UwaisNews.Com – Sintang, Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala mengikuti kegiatan makan saprahan agung dan makan saprahan anak negeri di Pendopo Bupati Sintang pada Rabu, 13 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan usai upacara peringatan Hari Jadi Kota Sintang ke-664 dan dihadiri Forkopimda, Sultan Sintang beserta permaisuri, Ketua DPRD Sintang, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, tokoh adat, tokoh masyarakat, pimpinan instansi vertikal, pimpinan OPD, serta para staf.
Dalam sambutannya, Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan bahwa para Raja Sintang terdahulu kemungkinan tidak pernah membayangkan hari perpindahan Keraton Sintang dari Sepauk ke Kota Sintang dapat diperingati secara meriah hingga saat ini.
“Usia ke-664 bukanlah waktu yang singkat. Itu waktu yang sangat panjang. Dan kita hari ini ambil andil dan berperan untuk menjaga itu selalu tetap utuh dan ada. Kerajaan di Sintang ini tentu harus kita hargai,” ujar Gregorius Herkulanus Bala.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendukung keberadaan Keraton Sintang sebagai bagian penting dari sejarah dan budaya daerah.
“Saya sangat menghargai keberadaan Keraton Sintang dan akan membantu ke depan untuk menjaga Keraton Sintang. Karena kalau sebelum ada Republik Indonesia, maka raja yang perannya kuat. Jadi tidak boleh kita abaikan. Kepada Keraton Sintang, teruslah berkomunikasi dengan baik dengan Pemkab Sintang. Kami tentu menerima masukan, termasuk dari Keraton Sintang,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Sintang juga menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kota Sintang kepada seluruh masyarakat serta mengajak semua pihak menjaga persatuan dan kebersamaan.
“Selamat Hari Jadi Kota Sintang kepada seluruh masyarakat Sintang. Tentu harapan saya untuk kita mengisi hari-hari berikutnya dengan kekompakan. Egois kita harus dibuang,” pesannya.
Sementara itu, Sultan Sintang, Raden Barrie Danu Brata yang bergelar Pangeran Ratu Prabu Rahmatullah Ismail Tsyafioeddin Kesuma Negara menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sintang atas pelaksanaan peringatan Hari Jadi Kota Sintang yang berlangsung meriah.
“Semoga kita semua tetap akur dan tidak terpecah belah. Semoga untuk ke depannya Kota Sintang menjadi kota yang maju, damai dan sebagai kota inspirasi bagi kota-kota lain khususnya di Kalimantan Barat,” ujar Sultan Sintang.
Ia juga menjelaskan makna tradisi saprahan dalam budaya Melayu.
“Saprahan dalam bahasa Melayu adalah berentang untuk agung dan berentang untuk anak negeri. Sehingga saprahan agung untuk para pejabat atau petinggi dari zaman dulu. Saprahan ini mengandung makna kebersamaan, karena kebersamaan itu yang paling penting. Saya doakan Sintang semakin maju ke depan,” katanya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus menyampaikan bahwa berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2015, peringatan Hari Jadi Kota Sintang wajib dilaksanakan setiap tanggal 10 Mei.
“Kita juga sudah menjadikan peringatan Hari Jadi Kota Sintang sebagai agenda tahunan kepariwisataan Kabupaten Sintang,” terang Kartiyus.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga toleransi, kebersamaan, serta kelestarian lingkungan demi kemajuan Kota Sintang ke depan.
“Pesan saya untuk semua, jaga kebersamaan di dalam perbedaan di tengah berbagai kepentingan. Dengan bersatu dan toleransi, maka antar anak bangsa akan damai. Mari juga kita jaga keseimbangan alam lingkungan, jaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Saya juga berharap Kota Sintang terus berkembang sebagai pusat pemerintahan, ekonomi dan budaya. Tidak berlebihan bila kita bermimpi Kota Sintang akan menjadi kota yang maju,” pungkasnya.
Sumber : Prokopim




