UwaisNews.Com – Pontianak, Kalbar Sabtu, 21 September 2025
Kota Pontianak mendadak tegang sore ini. Seorang oknum TNI diduga melakukan pemukulan terhadap pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Jalan Tekam, Sabtu (20/9) sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa itu sontak memicu gelombang protes, ratusan driver ojol berbondong-bondong mendatangi Mapolresta Pontianak untuk menuntut keadilan.
Menurut keterangan saksi di lokasi, insiden berawal saat sebuah mobil yang dikendarai oknum TNI hendak mundur. Seorang pengemudi ojol yang berada di belakangnya menekan klakson sebagai tanda peringatan. Namun, sopir mobil diduga tersulut emosi, turun dari kendaraan, lalu memukul pengemudi ojol tersebut.
“Awalnya cuma klakson, karena ada di belakang mobil yang mau mundur. Tapi sopir mobil itu langsung keluar dan memukul pengendara ojol,” ungkap seorang warga yang menyaksikan kejadian itu.
Kabar pemukulan cepat menyebar melalui grup komunikasi ojol. Tak butuh waktu lama, ratusan driver bergerak konvoi menuju Polresta Pontianak. Mereka meminta pihak berwenang memproses hukum dugaan penganiayaan tersebut. Hingga malam ini, area Jalan Tekam dan halaman Mapolresta Pontianak masih dipadati massa ojol yang mengawal laporan rekan mereka.
Meski situasi relatif kondusif, aparat kepolisian terlihat berjaga untuk mengantisipasi potensi kericuhan. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian maupun TNI belum mengeluarkan keterangan resmi. Media masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut ke Kodam XII/Tanjungpura dan Polresta Pontianak.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan aparat militer serta memicu reaksi besar dari komunitas ojol di Pontianak.
Penulis: Jono 98
Red/Irma




