SINTANG, UwaisNews.Com – Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang mengeluarkan imbauan keselamatan kepada para nahkoda kapal, motoris speed boat, serta seluruh masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah perairan Kabupaten Sintang, khususnya di sepanjang Sungai Melawi dan Sungai Kapuas.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang Nomor 500.11/97/DISHUB-D.2026, tertanggal 10 Agustus 2026, yang ditujukan kepada para nahkoda kapal dan motoris speed boat, masyarakat pengguna sungai, para camat se-Kabupaten Sintang, serta masyarakat Kabupaten Sintang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan dan keselamatan masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas di wilayah perairan. Terlebih, kondisi musim kemarau yang cukup panjang menyebabkan debit air sungai mengalami penurunan.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa menurunnya debit air juga menyebabkan terdapat beberapa bagian alur pelayaran yang mengalami pendangkalan. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius bagi para pengguna transportasi sungai maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai.
Nahkoda dan Motoris Diminta Tidak Memaksakan Pelayaran
Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang mengingatkan para nahkoda kapal dan motoris speed boat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian selama melakukan perjalanan.
Para pengguna transportasi sungai diminta mengenali kondisi alur pelayaran, terutama pada bagian sungai yang mengalami pendangkalan,
.jpenyempitan, serta lokasi yang terdapat pasir, bebatuan, kayu maupun rintangan lainnya yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Kecepatan kendaraan air juga diminta dikurangi ketika melewati lokasi yang memiliki potensi bahaya. Para nahkoda dan motoris diimbau tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi alur sungai dinilai tidak memungkinkan untuk dilalui dengan aman.
Selain itu, kondisi muatan dan jumlah penumpang juga harus menjadi perhatian. Kapal maupun speed boat tidak diperbolehkan mengangkut penumpang melebihi kapasitas yang telah ditentukan.
Penggunaan alat keselamatan pelayaran, terutama jaket pelampung, juga menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam imbauan tersebut.
Khusus bagi motoris speed boat, Dishub Sintang meminta agar kendaraan dioperasikan dengan kecepatan yang aman serta tetap memperhatikan keberadaan pengguna sungai lainnya.
“Keselamatan jiwa manusia harus menjadi prioritas utama dibandingkan kecepatan maupun kepentingan perjalanan,” demikian penekanan keselamatan yang disampaikan melalui imbauan tersebut.
Masyarakat Diminta Waspada Saat Beraktivitas di Sungai
Tidak hanya ditujukan kepada pengguna transportasi sungai, imbauan keselamatan tersebut juga menyasar masyarakat yang melakukan aktivitas di Sungai Melawi dan Sungai Kapuas.
Masyarakat yang mandi, berenang, bermain, memancing maupun melakukan aktivitas lainnya di sungai diminta untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat juga diimbau memilih lokasi yang aman dan relatif dangkal apabila hendak melakukan aktivitas di sungai. Sebaliknya, lokasi sungai yang memiliki kedalaman tinggi, arus deras atau kuat, pusaran air, maupun berada dekat alur pelayaran sebaiknya dihindari.
Dishub Sintang juga mengingatkan masyarakat agar tidak berenang maupun melakukan aktivitas di sungai seorang diri.
Perhatian khusus juga diberikan kepada para orang tua. Mereka diminta melakukan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja ketika berada di sekitar sungai serta tidak membiarkan anak bermain atau berenang tanpa pengawasan.
Masyarakat juga diminta tidak memaksakan diri berenang atau menyeberangi sungai apabila kondisi arus cukup kuat ataupun cuaca tidak mendukung.
Sebelum melakukan aktivitas di sungai, masyarakat diharapkan memperhatikan keberadaan kapal, speed boat maupun kendaraan air lainnya yang sedang melintas.
Sungai Terlihat Tenang Belum Tentu Aman
Dalam imbauannya, Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang memberikanw penekanan bahwa masyarakat tidak boleh menganggap kondisi sungai yang terlihat tenang sebagai tanda bahwa lokasi tersebut sepenuhnya aman.
Pasalnya, kondisi kedalaman sungai, arus bawah, pusaran air serta perubahan alur dapat berbeda antara satu lokasi dengan lokasi lainnya.
Karena itu, kewaspadaan menjadi hal penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan maupun korban tenggelam di wilayah perairan Kabupaten Sintang.
Dishub Sintang juga meminta apabila masyarakat menemukan kondisi alur sungai yang dinilai membahayakan, informasi tersebut segera disampaikan kepada pihak terkait agar dapat dilakukan penanganan serta diteruskan kepada pengguna sungai lainnya.
Apabila terjadi kondisi darurat atau kecelakaan di perairan, masyarakat diminta segera meminta pertolongan kepada warga sekitar dan melaporkannya kepada aparat maupun petugas terkait.
Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang berharap imbauan tersebut dapat disebarluaskan melalui kecamatan, desa dan kelurahan, kelompok masyarakat, serta kepada seluruh pengguna transportasi sungai.
Melalui imbauan ini, seluruh masyarakat Kabupaten Sintang diharapkan dapat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan ketika beraktivitas di wilayah perairan.
Dengan meningkatnya kesadaran dan kepedulian seluruh pengguna sungai, diharapkan potensi kecelakaan, musibah maupun korban tenggelam di Sungai Melawi dan Sungai Kapuas dapat diminimalkan.
Surat imbauan tersebut ditandatangani Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang, Yulianto, SE, Pembina Utama Muda, dengan tembusan kepada Bupati Sintang dan Kapolres Sintang.
Alternatif judul yang lebih menarik:
Waspada! Debit Sungai Melawi dan Kapuas Menurun, Dishub Sintang Keluarkan Imbauan Keselamatan
Musim Kemarau, Alur Sungai Melawi dan Kapuas Mulai Dangkal, Nahkoda dan Warga Diminta Ekstra Waspada
Dishub Sintang Ingatkan Bahaya Sungai Saat Kemarau: Jangan Sepelekan Arus Bawah dan Pusaran Air
Debit Air Menurun dan Alur Sungai Dangkal, Dishub Sintang Minta Motoris Speed Boat Kurangi Kecepatan
Sungai Terlihat Tenang Belum Tentu Aman, Dishub Sintang Ingatkan Warga Waspada Bahaya Tenggelam
Sumber : Prokopim




