UwaisNews.Com – Kubu Raya. Upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar berhasil digagalkan prajurit TNI di wilayah perbatasan Republik Indonesia–Malaysia. Sebanyak 55,297 kilogram sabu berhasil diamankan oleh Satgas Pengamanan Perbatasan RI–Malaysia sektor barat dari Batalyon Arhanud 1/PBC/1 Kostrad bersama Tim Gabungan Satgas Intel.
Keberhasilan tersebut dipaparkan langsung oleh Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., saat memimpin press release di Aula Sudirman, Makodam XII/Tanjungpura, Kabupaten Kubu Raya, Senin (16/3/2026).
Dalam keterangannya, Pangdam menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan personel patroli Pos Sungai Tengah terhadap sebuah kendaraan yang melintas di wilayah perbatasan pada Kamis dini hari (12/3/2026) sekitar pukul 01.45 WIB di Dusun Sawah, Desa Senatab, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.
Saat hendak dihentikan oleh petugas, kendaraan tersebut justru melaju kencang dan mencoba melarikan diri, sehingga personel terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan oleh pelaku yang terus melaju ke arah Tanjung.
“Pada saat pengejaran, Orang Tak Dikenal (OTK) yang berada di dalam kendaraan tersebut terlihat membuang sejumlah barang ke pinggir jalan,” ungkap Pangdam XII/Tanjungpura.
Setelah kendaraan berhasil lolos dari pengejaran, prajurit kemudian melakukan penyisiran di sepanjang jalur pelarian pelaku.
Hasilnya, pada pukul 03.25 WIB, petugas menemukan 51 paket sabu dengan berat mencapai 54,234 kilogram.
Tidak berhenti sampai di situ, Tim Intel Gabungan kembali melakukan penyisiran lanjutan pada pukul 08.00 WIB, dan berhasil menemukan satu paket tambahan sabu seberat 1,063 kilogram yang diduga sebelumnya juga dibuang oleh pelaku saat melarikan diri.
“Total barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 52 paket sabu dengan berat keseluruhan 55,297 kilogram,” tegas Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.
Pangdam menambahkan, seluruh barang bukti narkotika tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Pomdam XII/Tpr untuk diamankan sementara, sebelum nantinya dilakukan pemusnahan dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) serta instansi terkait lainnya.
Karena pelaku tidak berhasil ditangkap dalam operasi tersebut, pihaknya masih terus melakukan pendalaman dan pengumpulan informasi terkait jaringan penyelundupan yang diduga terlibat.
“Karena pelakunya tidak tertangkap dan hanya barang buktinya yang kita peroleh, maka untuk sementara kita himpun barang bukti tersebut.
Nanti akan kita laksanakan pemusnahan dengan mengundang BNN dan instansi terkait lainnya,” jelas Pangdam.
Ia juga menegaskan bahwa Kodam XII/Tanjungpura tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi berbagai aktivitas ilegal di wilayah perbatasan, termasuk penyelundupan narkotika yang dapat merusak generasi bangsa.
Untuk itu, Pangdam telah menginstruksikan seluruh jajaran Satgas Pamtas agar terus meningkatkan pengawasan dan memperketat patroli di sejumlah titik rawan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan.
“Kami terus meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan Kepolisian, Bea Cukai, serta instansi terkait lainnya.
Pertukaran informasi dan operasi bersama menjadi kunci dalam memberantas kejahatan lintas negara di wilayah perbatasan,” tegasnya.
Selain pengawasan militer, pendekatan teritorial kepada masyarakat perbatasan juga terus diperkuat agar warga turut berperan aktif dalam memberikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.
Di akhir keterangannya, Pangdam XII/Tanjungpura menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada prajurit Batalyon Arhanud 1/PBC/1 Kostrad dan Tim Satgas Intel atas keberhasilan besar dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkotika tersebut.
Namun ia juga mengingatkan seluruh prajurit agar tidak lengah dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara, khususnya di wilayah perbatasan yang rawan berbagai bentuk kejahatan lintas negara.
“Jangan lengah. Waspadai segala bentuk kegiatan ilegal mulai dari illegal entry, illegal trading, illegal logging, illegal mining, penyelundupan senjata api, satwa dilindungi, hingga narkotika. Bekerjalah dengan hati dan selalu berdoa demi keberhasilan tugas kita menjaga kedaulatan bangsa,” pungkas jenderal bintang dua tersebut.
(Pendam XII/Tpr)




