UwaisNews.Com – Polres Melawi Polda Kalbar. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Jalan Provinsi Nanga Pinoh–Kota Baru Km 13, Kabupaten Melawi, Selasa (29/1/2026) sekitar pukul 15.35 WIB. Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepulan asap tebal yang mengganggu jarak pandang pengguna jalan dan menyebabkan kemacetan sementara di jalur utama tersebut.
Berdasarkan informasi di lapangan, lahan yang terbakar memiliki kondisi geografis berupa jurang menurun dan bertingkat, sehingga menyulitkan proses pemadaman. Kebakaran diketahui bermula saat pemilik lahan melakukan pembukaan lahan untuk keperluan kebun. Namun, akibat cuaca panas disertai tiupan angin yang cukup kencang, api dengan cepat membesar dan merembet ke area sekitar.
Kepulan asap tebal menutupi badan jalan provinsi, sehingga para pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan demi keselamatan.
Mendapat laporan kejadian tersebut, Tim TRC-PB BPBD Kabupaten Melawi bersama personel Polres Melawi dan Polsek Nanga Pinoh segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman. Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah mobil Armoured Water Cannon (AWC) Polres Melawi tiba di lokasi dan melakukan penyemprotan secara intensif.
Meski demikian, proses pemadaman sempat mengalami kendala akibat tidak tersedianya sumber air di sekitar lokasi kebakaran serta minimnya peralatan pemadam kebakaran di tingkat desa.
Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terlebih di tengah kondisi cuaca panas dan minim curah hujan.
Kami mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati. Membuka lahan dengan cara dibakar sangat berisiko dan dapat membahayakan keselamatan umum, termasuk pengguna jalan,” tegas Kapolres.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Melawi Dr. Daniel, SP., M.M berharap pemerintah kecamatan dan desa dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
“Kami berharap adanya penyuluhan rutin kepada masyarakat terkait bahaya karhutla. Selain itu, pemerintah kecamatan dan desa juga diharapkan dapat menyiapkan peralatan pemadam kebakaran sebagai langkah antisipasi awal,” ujarnya.
Ia menambahkan, mengingat kondisi cuaca yang sudah cukup lama tidak turun hujan, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
Humas Res Mlw (Arb)
Editor: Selinus




