UwaisNews.Com – Pontianak, Polda Kalbar.  Menjelang gemerlap malam Parade Naga Cap Go Meh “Naga Bersinar” Tahun Baru Imlek 2577/2026, jajaran Polresta Pontianak mematangkan strategi pengamanan melalui Tactical Wall Game (TWG), Selasa (03/03/2026), di Aula Polresta Pontianak.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolresta Pontianak, Endang Tri Purwanto, dan dihadiri Wakapolresta Pontianak AKBP Hendrawan, para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, serta Perwira Pengendali (Padal) yang akan terlibat dalam pengamanan rangkaian perayaan Cap Go Meh.

Dalam arahannya, Kapolresta menegaskan bahwa TWG bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis untuk memastikan seluruh personel memahami tugas, ploting, serta cara bertindak di lapangan. Paparan teknis disampaikan Kabagops Polresta Pontianak terkait skema pengamanan yang terpusat di Jalan Gajahmada,

Pontianak Selatan lokasi utama pelaksanaan parade naga yang diprediksi dipadati ribuan warga.
“Setiap Padal harus memahami ploting personel, jalur pawai, titik rawan keramaian, serta potensi gangguan kamtibmas. Cara bertindak harus jelas, terukur, dan sesuai SOP,” tegas Kombes Pol Endang Tri Purwanto.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pengamanan, tanpa mengurangi ketegasan aparat di lapangan. Pengaturan arus lalu lintas, pengendalian massa, hingga antisipasi potensi gangguan seperti kemacetan dan aksi kriminalitas menjadi fokus utama.

Menurutnya, koordinasi lintas fungsi dan komunikasi antar satgas menjadi kunci keberhasilan pengamanan. Sinergi dengan instansi terkait juga diperkuat agar seluruh rangkaian kegiatan budaya tahunan ini dapat berjalan lancar.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga keselamatan diri, serta utamakan pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran Polri harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga yang menyaksikan pawai naga,” tambahnya.
Parade Naga “Naga Bersinar” menjadi salah satu agenda budaya yang paling dinanti masyarakat Kota Pontianak setiap perayaan Cap Go Meh.

Kilauan lampu naga raksasa yang meliuk di sepanjang jalan protokol tidak hanya menjadi tontonan spektakuler, tetapi juga simbol harmoni dan keberagaman budaya di Kota Khatulistiwa.
Melalui pelaksanaan TWG ini, Polresta Pontianak optimistis pengamanan malam puncak perayaan dapat berjalan optimal, sehingga suasana tetap meriah, aman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat yang hadir.

Humas polresta(wg)