Pontianak,Uwais news.Com –  24 Juli 2025 – Upaya serius dalam menekan angka kecelakaan transportasi air terus digencarkan. PT Jasa Raharja Kalimantan Barat bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya menggelar kegiatan Sosialisasi Keselamatan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan di Ruang Harmonis Kantor Jasa Raharja Kalbar, Kamis (24/7).

Mengusung tema “Optimalisasi Peran Pemerintah, Pengusaha, dan Masyarakat Dalam Mencegah Terjadinya Kecelakaan Transportasi Air di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat”, kegiatan ini dihadiri berbagai unsur mulai dari Dishub, KSOP, Polairud, BMKG, Basarnas, hingga asosiasi pengusaha angkutan air GAPASDAP.

Kepala PT Jasa Raharja Kalbar, Panji Akbar Nur Banten, menegaskan bahwa sinergi antar-stakeholder sangat penting untuk memperkuat keselamatan pelayaran. “Kecelakaan air masih kerap terjadi. Salah satu hal yang paling krusial adalah kelengkapan data manifest penumpang. Ini berdampak langsung pada hak santunan korban,” ujarnya.

Hingga Juni 2025, Jasa Raharja Kalbar mencatat telah menyalurkan santunan senilai lebih dari Rp18,5 miliar dengan peningkatan kasus kecelakaan sebesar 13,17% dibanding tahun lalu.

Dalam sesi diskusi, berbagai persoalan teknis dan regulasi mencuat, mulai dari peralihan kewenangan penerbitan dokumen kapal dari BPTD ke KSOP, masalah perizinan yang tersendat di masa transisi, hingga kekhawatiran minimnya perlindungan asuransi pada kapal wisata dan tradisional.

Perwakilan BMKG menyoroti pentingnya memperhatikan informasi cuaca sebelum pelayaran, sedangkan Basarnas mendorong peningkatan standar navigasi dan perawatan kapal. “Kami siap bersinergi dalam mendukung SOP dan pengawasan terhadap angkutan air,” ujar dr. Idham, Kasubbag Umum Basarnas Kalbar.

Ketua DPD GAPASDAP Kalbar, Agus Tianto, menyuarakan harapan agar semua keluhan direspons nyata, terutama terkait regulasi yang menghambat operasional kapal. “Sebelum bicara soal keselamatan, perbaiki dulu legalitasnya. Banyak kapal kami sudah expired izinnya tapi belum bisa diperpanjang karena transisi regulasi,” tegasnya.

Kesimpulan kegiatan antara lain mendorong pembentukan Forum Komunikasi Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan, mendorong KSOP mengeluarkan surat rekomendasi untuk memperkuat kewenangan Pemda, serta rencana pertemuan lanjutan yang dijadwalkan pada Agustus 2025 di Dinas Perhubungan Prov. Kalbar.

Kegiatan ditutup pukul 12.35 WIB dalam kondisi aman dan kondusif, menyisakan komitmen bersama: keselamatan transportasi air adalah tanggung jawab kolektif yang tak bisa ditunda.

Sumber : Jasa Raharja, Dishub, Ketua Gapasdap