UwaisNews.Com – Sintang, Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala membuka pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) XII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Provinsi Kalimantan Barat di Pendopo Bupati Sintang, Jumat (15/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Kalimantan Barat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sintang, pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah Provinsi Kalimantan Barat, pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, organisasi kepemudaan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan rasa salut dan bangganya kepada anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kalimantan Barat yang dinilai memiliki gagasan luar biasa meski masih berusia muda.

“Kami juga senang ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Musyawarah Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Provinsi Kalimantan Barat. Saya sangat dekat dengan tokoh-tokoh Muhammadiyah Kabupaten Sintang,” ujar Bala.

Ia juga berpesan kepada generasi muda agar menjauhi narkoba dan menjadikannya sebagai musuh bersama.

“Saya mendengar anggota IPM ini se-Indonesia ada sekitar 7 juta. Kalau satu orang mengajak satu orang untuk perang terhadap narkoba, maka ada 14 juta yang siap melawan narkoba,” katanya.

Menurut Bala, Muhammadiyah merupakan organisasi besar yang telah hadir sebelum Indonesia merdeka dan memiliki kontribusi penting bagi bangsa.

“Muhammadiyah ini bukan organisasi yang baru seumur jagung, malah sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Dengan usia yang sudah tua, maka negara ini pun yakin dengan keberadaan Muhammadiyah. Saya mengajak kita semua untuk selalu kompak dan jangan pernah memutus hubungan komunikasi kita,” tambahnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, H. Wasilun, menjelaskan bahwa pelaksanaan Muswil merupakan amanat organisasi yang harus dilaksanakan sebagai bagian dari regulasi.

“Bagi kepengurusan IPM Kalbar sebelumnya, semoga sudah mampu menempatkan diri menjadi lebih dewasa dan mempunyai pengalaman langsung bagaimana mengelola manusia secara umum. Hal ini tidak didapatkan di bangku sekolah, adanya di organisasi,” terang H. Wasilun.

Ia juga menegaskan pentingnya wawasan luas dan literasi bagi pemimpin IPM ke depan agar mampu menghadapi dinamika zaman yang semakin kompleks.

“Muhammadiyah ini sudah hadir di Indonesia sejak 18 November 1912 dan kami hadir untuk semua tanpa melihat agamanya. Buktinya yang kuliah di Universitas Muhammadiyah berasal dari berbagai agama dan suku,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Dany Rahmat Muharam menyampaikan bahwa Muswil menjadi momentum penting untuk merumuskan arah baru organisasi.

“Apa gunanya kita berlari begitu cepat di tengah tantangan zaman ini, tapi kita tidak memikirkan apa yang hari ini kita lakukan. Ini momentum untuk menyatukan arus,” ujarnya.

Ia juga mengibaratkan pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Melawi di Sintang sebagai simbol persatuan.

“Lihatlah Kabupaten Sintang ini. Di sini tempat bertemunya Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. Mereka datang dari hulu yang berbeda dan membawa warna air yang juga berbeda. Akan tetapi, ketika bertemu di sini, mereka bersatu dan menjadi lebih dalam,” pungkasnya.

Sumber : Prokopim