UwaisNews.Com – Sintang,
Kualitas Udara Sintang Memburuk, PM2.5 Masuk Kategori Tidak Sehat.
Kondisi kualitas udara di wilayah Sintang pada Rabu, 19 Agustus 2026, patut menjadi perhatian masyarakat. Berdasarkan data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Sintang berada pada level yang masuk dalam kategori tidak sehat.
Data BMKG mencatat pada pukul 09.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Sintang mencapai 109,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut masuk kategori “Tidak Sehat” dan menunjukkan bahwa kualitas udara sedang mengalami penurunan.
Yang lebih mengkhawatirkan, sekitar pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 sempat tercatat mencapai 318,1 µg/m³. Angka tersebut berada dalam kategori “Berbahaya”, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika harus melakukan aktivitas di luar ruangan.
PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, yakni 2,5 mikrometer atau lebih kecil, sehingga dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Kondisi udara dengan konsentrasi PM2.5 yang tinggi tentu tidak boleh dianggap sepele, khususnya bagi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara.
Masyarakat Sintang diimbau untuk memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Apabila kondisi udara kembali memburuk, penggunaan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan dapat menjadi langkah kehati-hatian.
Kondisi ini juga menjadi perhatian di tengah musim kemarau dan meningkatnya potensi asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Namun, data PM2.5 tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan sumber pencemar tertentu, sehingga penyebab pasti peningkatan konsentrasi partikulat tetap perlu berdasarkan pemantauan dan keterangan dari instansi terkait.
Masyarakat diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai sumber asap maupun penyebab memburuknya kualitas udara. Informasi mengenai kualitas udara sebaiknya mengacu kepada data resmi BMKG dan instansi lingkungan hidup.
Dengan kondisi udara yang sempat mencapai kategori berbahaya dan kemudian berada pada kategori tidak sehat, masyarakat Sintang diharapkan tetap waspada dan menjaga kesehatan. Perkembangan kualitas udara juga perlu terus dipantau karena konsentrasi PM2.5 dapat berubah dari waktu ke waktu.
Sumber : Prokopim




