UwaisNews.Com – Sintang, Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang pada 17 Mei 2026 berdampak terhadap ribuan kepala keluarga. Berdasarkan data terbaru BPBD Kabupaten Sintang per 18 Mei 2026 pukul 15.43 WIB, total sebanyak 3.835 kepala keluarga terdampak di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, dan Kelam Permai.
Di Kecamatan Kayan Hulu, banjir merendam 22 desa dengan jumlah terdampak mencapai 2.837 KK. Selain merendam permukiman warga, bencana ini juga menyebabkan dua rumah warga mengalami rusak berat serta satu jembatan gantung di Desa Nanga Toran putus.
Beberapa desa dengan jumlah terdampak tertinggi di antaranya Desa Nanga Ungai sebanyak 400 KK, Desa Nanga Toran 309 KK, dan Desa Nanga Payak 199 KK.
Sementara itu di Kecamatan Kayan Hilir, banjir berdampak pada 839 KK yang tersebar di sembilan desa, yakni Pakak, Melingkat, Landau Beringin, Neran Baya, Nanga Mau, Batu Netak, Sungai Garong, Sungai Sintang, Sungai Buaya, dan Jaya Sakti. Ketinggian air dilaporkan mencapai 1 hingga 3 meter.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan akses jalan di Desa Jaya Sakti terendam. Meski demikian, hingga saat ini dilaporkan nihil korban jiwa. Sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat maupun dataran yang lebih tinggi.
Sedangkan di Kecamatan Kelam Permai, banjir terjadi di Desa Bengkuang tepatnya di Dusun Belungkak dan Dusun Gembala dengan jumlah terdampak sebanyak 159 KK.
BPBD Kabupaten Sintang menyebut kebutuhan mendesak saat ini meliputi perahu karet, makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, serta perbaikan jembatan gantung di Desa Nanga Toran.
Data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan oleh PUSDALOPS dan TRC BPBD Kabupaten Sintang.
Sumber : Prokopim




