UwaisNews.Com  – Sintang, 1 Maret. 2026 Suasana di Jalan Mensiku Jaya, Kelurahan Menyumbung Tengah, mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah aparat mengamankan sebuah mobil mini bus yang diduga mengangkut tiga karung berisi sabu.

Peristiwa tersebut bukan hanya mengejutkan warga sekitar, tetapi juga memicu gelombang pertanyaan besar tentang pengawasan dan komitmen pemberantasan narkotika di daerah ini.
Penangkapan tersebut sontak menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Warga menilai, jika benar muatan yang diamankan mencapai tiga karung, maka ini bukan lagi perkara kecil, melainkan indikasi jaringan besar yang beroperasi secara terorganisir.

Tokoh muda Sintang, Dandi Rahmansyah, menjadi salah satu suara paling lantang dalam merespons peristiwa ini. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk membuka secara terang benderang proses penanganan kasus tersebut.

“Narkoba di Sintang seperti bisnis terbuka, aparat malah jadi penonton! Apakah ada yang dibekingi?” tegas Dandi.
Menurutnya, transparansi adalah kunci untuk memulihkan kepercayaan publik. Ia menilai, tanpa keterbukaan informasi, masyarakat akan terus dihantui kecurigaan terhadap kemungkinan adanya oknum yang bermain di balik maraknya peredaran narkoba.

“Jika tidak ada yang disembunyikan, mestinya transparan. Aparat harus tunjukkan komitmen nyata. Jangan sampai kepercayaan publik runtuh,” ujarnya lagi.

Keresahan yang Menguat
Belakangan ini, peredaran narkoba di Kabupaten Sintang disebut-sebut semakin meresahkan. Transaksi gelap diduga berlangsung di sejumlah titik, bahkan disebut terjadi secara terang-terangan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mendalam, terutama bagi orang tua yang cemas terhadap masa depan generasi muda.

“Jika tidak ada langkah konsisten dan tegas, masyarakat pasti bertanya-tanya ada apa sebenarnya di balik semua ini,” katanya.

Seruan Sinergi Aparat dan Warga
Selain mendesak transparansi, Dandi juga menyoroti pentingnya sinergi antara aparat dan masyarakat. Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan operasi sesaat, tetapi membutuhkan kolaborasi berkelanjutan.

“Kami berharap aparat bekerja sama dengan masyarakat untuk memberantas narkoba, bukan malah menjadi bagian dari masalah,” tambahnya.
Kini, publik menanti langkah konkret aparat dalam mengungkap jaringan di balik dugaan penyelundupan tiga karung sabu tersebut. Penangkapan ini diharapkan bukan sekadar sensasi sesaat, melainkan menjadi titik balik dalam perang melawan narkoba di Sintang.

Akankah kasus ini diusut hingga tuntas dan dibuka secara transparan? Jawabannya akan menentukan sejauh mana kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemberantasan narkoba di Bumi Senentang.

Tim/red